Metamorfosa manusia
Sebuah perubahan bertahap yang sering kita kaitkan dengan perubahan fisik dan kemampuan pada kehidupan katak dan kupu-kupu. Karena keduanya mengalami metamorfosis sempurna. Dari mulai telur, larva, pupa dan imago atau dewasa. Kebanyakan dari kita hanya memperhatikan perubahan keduanya pada tampilan fisiknya saja. Padahal di tiap fase perubahan fisik mereka mengalami perubahan kemampuan untuk berbuat atau melakukan sesuatu. Sebenarnuya bukan hanya kedua binatang tersebut saja yang mengalami metamorfosa. Sebagian besar jenis serangga juga bermetamorfosis. Hanya saja, sebagian diantara mereka ada yang mengalaminya secara tidak sempurna dengan melewati tahapan tertentu.
Katak misalnya, dari telur berubah fisik menjadi berudu. Beberapa waktu kemudian tumbuh kaki di bagian belakang dan depan tubuhnya. Kita menyebutnya dengan nama kecebong atau ceblong. Beberapa waktu kemudian barulah fisik katak sempurna sampai dewasa. Kalau kita cermat memperhatikan tahap demi tahap, perubahan fisik pada kehidupan katak mengalami peningkatan kemampuan dalam hidupnya. Dari telur ke berudu benih katak ini mengalami peningkatan kemampuan dari hanya diam ke gerak hidup dalam air dan masih bernafas dengan insang. Baru beberapa waktu kemudian ekor memendek untuk kemudian berubah fisik menjadi katak yang mempunyai kemampuan meloncat di daratan dan piawai berenang di air.
Demikian juga yang terjadi dengan kupu-kupu. Tahapan hidup dari satu fase ke fase yang lain juga mengalami perubahan peningkatan kemampuan diri. Dari telur ke larva adalah awal kehidupan. Dimana larva berupa ulat yang semakin besar dan memanjang. Di fase ini ulat hanya makan dan makan secara terus menerus. Kemampuan geraknya sangat lambat. Tapi dalam jumlah tertentu bisa menghabiskan daun tanaman hanya dalam satu malam. Tapi ketika sampai pada fase kepompong, kemampuan ulat yang terlihat hanyalah kemampuannya berpuasa. Ketika masa puasanya telah selesai, ulat menjelma menjadi seekor makhluk yang lain dari fisik yang dimiliki sebelumnya. Berkaki dan bersayap serta mempunyai penglihatan dan indera yang tajam. Sebuah peningkatan kemampuan diri yang sangat luar biasa.
Metamorfosis kedua binatang tersebut seharusnya menjadi inspirasi buat manusia. Bahwa peningkatan kualitas hidup bukanlah sesuatu yang mustahil untuk diraih. Dan metamorfosa atau sebuah perubahan tidak harus selalu disertai dengan perubahan bentuk fisik. Ada dua metamorfosa yang seharusnya terjadi pada diri manusia. Metamorfosa duniawi dan metamorfosa kepentingan kehidupan akhirat. Keduanya memerlukan sebuah usaha yang serius. Metamorfosa duniawi didapat dari sebuah usaha yang dibatasi oleh halal dan haram. Cara mewujudkannya banyak mengandung unsur kebohongan. Sedangkan perubahan kepentingan akhirat adalah sesuatu yang harus di usahakan. Hanya kejujuran dan keikhlasan yang bisa mewujudkan perubahan kualitas Iman seseorang.
Metamorfosa duniawi seseorang bisa terlihat dari perubahan gaya hidup dan perubahan status sosialnya di masyarakat. Dari mulai balita, remaja, dewasa dan manula. Balita adalah masa ketergantungan murni pada orang tua. Segala keperluan hidup dan pelayanan dipenuhi oleh orang tua. Perubahan ke fase remaja menyebabkan peningkatan kekuatan fisik dan cara berpikir. Dari sifat kekanak-kanakan menjadi lebih mandiri dalam mengurus diri sendiri, meski masih tergantung pada orang tua dalam hal kebutuhan hidup. Dari fase remaja berubah ke fase dewasa. Dimana pada fase ini seseorang sudah mulai berpikir untuk memenuhi kebutuhan biaya hidupnya secara mandiri. Juga mulai berpikir untuk hidup berkeluarga. Baru kemudian berubah secara perlahan meningkat ke arah kematangan berpikir untuk menuju fase manula.
Di fase ini terjadi penurunan kualitas kemampuan. Baik dari segi fisik maupun power. Hanya kematangan berpikir yang masih bisa bertahan selaras dengan primanya kondisi tubuh. Tapi ketika penyakit mulai menyerang, maka cara berpikirpun juga akan mengalami penurunan. Tidak lagi bisa maksimal seperti ketika dalam keadaan
Komentar
Posting Komentar