Jakarta-Cikampek Macet Parah
Pemudik yang menggunakan ruas Tol Jakarta–Cikampek pada Kamis (22/6) malam terpaksa harus bersabar sampai ke tujuan. Sebab, kemacetan panjang terjadi sejak dari Cawang, Jakarta Timur, dan simpang susun JORR Cikunir, Bekasi Selatan, hingga rest area Tol Cikampek di KM-39.
Puncak kepadatan arus mudik yang melalui Tol Cikampek diprediksi terus terjadi hingga esok hari. Itu juga ditambah adanya penyempitan jalur. Berdasarkan catatan PT Jasa Marga, volume kendaraan yang melintasi jalan Tol Jakarta–Cikampek pada H-3 Lebaran atau Kamis mencapai 58.286 unit.
“Terjadi peningkatan sekitar 24 persen dari periode yang sama tahun lalu,” kata Humas Jasa Marga Jakarta–Cikampek Handoyo.
Menurut dia, jumlah kendaraan melintas di Tol Jakarta–Cikampek pada periode yang sama 2016 mencapai 46.856 unit. Dikatakannya, jumlah kendaraan pada H-3 itu diprediksi akan terus meningkat hingga puncak mudik pada Jumat (22/6) malam.
Jasa Marga memperkirakan puncak mudik Lebaran di Tol Jakarta–Cikampek akan mencapai sekitar 120 ribu kendaraan.
“Pada puncak mudik 2016, jumlah kendaraan yang melintasi Gerbang Tol Cikarang Utama mencapai 42 ribu kendaraan. Namun, pada puncak mudik besok diperkirakan meningkat hingga sekitar 120 ribu kendaraan,” katanya.
Untuk itu, pihaknya mengimbau pemudik untuk mengatur waktu pemberangkatan guna menghindari kemacetan. “Kemacetan memang terjadi di sekitar gerbang tol, namun ada waktu-waktu pemberangkatan tertentu untuk menghindarinya,” katanya.
Direktur Utama PT Jasa Marga, Desi Arryani, mengimbau kepada para pemudik agar taat pada rekayasa lalu lintas yang dibuat oleh pihak kepolisian demi kelancaran mudik Lebaran.
“Nanti akan ada rekayasa lalu lintas yang bakal dilakukan kepolisian. Apakah dialihkan atau ada contra flow.
Kalau pesan kami, ikutin perintah polisi. Kalau disuruh keluar, ya keluar. Jangan terus enggak mau keluar. Sebab itu bisa mengurai semua kemacetan,” kata dia.
Disesaki Kendaraan
Kemacetan juga terjadi di Tol Fungsional Brebes–Batang, Jawa Tengah. Bahkan, di ruas tol ini diberlakukan rekayasa lalu lintas sehingga membuat laju kendaraan menjadi tersendat.
Gelombang arus kendaraan tanpa putus juga terjadi setelah pintu tol hingga wilayah Kabupaten Tegal. Dua lajur kendaraan tol yang masih berupa beton lean concrete itu disesaki oleh kendaraan pemudik.
Kasat Lantas Polres Brebes, AKP Arfan Zulkan Sipayung, mengatakan pihaknya belum dapat memastikan apakah tol fungsional akan dibuka 24 jam atau tidak. “Kita lakukan buka tutup, tapi kemungkinannya akan dibuka 24 jam. Tentatif,” katanya.
Arfan sebelumnya mengatakan, puncak arus mudik di jalur pantura maupun Tol Fungsional Brebes–Batang diperkirakan Jumat (23/6) hingga Sabtu (24/6). Sebab seluruh instansi pemerintah dan juga sekolah sudah libur.
Sementara itu, Kabagpenum Polri, Kombes Pol Martinus Sitompul, mengatakan untuk gerbang Tol Kaligangsa menuju jalan tol darurat akan melakukan diskresi dengan menggratiskan pembayaran tol jika terjadi antrean panjang. “Bila Kaligangsa antrean panjang lebih dari 3 kilometer, akan digratiskan,” katanya.
Martinus memprediksi, dari saat ini hingga menjelang Lebaran akan ada 1,5 juta warga Jakarta yang akan berangkat mudik sehingga polisi bersiap mengantisipasi jika terjadi lonjakan pemudik yang berangkat secara bersamaan.
“Diprediksi masih 1,5 juta orang lagi yang belum mudik dan ini akan bergerak bertahap mulai Kamis malam sampai Sabtu (24/6) pagi akan meninggalkan Jakarta,” kata dia.

Puncak kepadatan arus mudik yang melalui Tol Cikampek diprediksi terus terjadi hingga esok hari. Itu juga ditambah adanya penyempitan jalur. Berdasarkan catatan PT Jasa Marga, volume kendaraan yang melintasi jalan Tol Jakarta–Cikampek pada H-3 Lebaran atau Kamis mencapai 58.286 unit.
“Terjadi peningkatan sekitar 24 persen dari periode yang sama tahun lalu,” kata Humas Jasa Marga Jakarta–Cikampek Handoyo.
Menurut dia, jumlah kendaraan melintas di Tol Jakarta–Cikampek pada periode yang sama 2016 mencapai 46.856 unit. Dikatakannya, jumlah kendaraan pada H-3 itu diprediksi akan terus meningkat hingga puncak mudik pada Jumat (22/6) malam.
Jasa Marga memperkirakan puncak mudik Lebaran di Tol Jakarta–Cikampek akan mencapai sekitar 120 ribu kendaraan.
“Pada puncak mudik 2016, jumlah kendaraan yang melintasi Gerbang Tol Cikarang Utama mencapai 42 ribu kendaraan. Namun, pada puncak mudik besok diperkirakan meningkat hingga sekitar 120 ribu kendaraan,” katanya.
Untuk itu, pihaknya mengimbau pemudik untuk mengatur waktu pemberangkatan guna menghindari kemacetan. “Kemacetan memang terjadi di sekitar gerbang tol, namun ada waktu-waktu pemberangkatan tertentu untuk menghindarinya,” katanya.
Direktur Utama PT Jasa Marga, Desi Arryani, mengimbau kepada para pemudik agar taat pada rekayasa lalu lintas yang dibuat oleh pihak kepolisian demi kelancaran mudik Lebaran.
“Nanti akan ada rekayasa lalu lintas yang bakal dilakukan kepolisian. Apakah dialihkan atau ada contra flow.
Kalau pesan kami, ikutin perintah polisi. Kalau disuruh keluar, ya keluar. Jangan terus enggak mau keluar. Sebab itu bisa mengurai semua kemacetan,” kata dia.
Disesaki Kendaraan
Kemacetan juga terjadi di Tol Fungsional Brebes–Batang, Jawa Tengah. Bahkan, di ruas tol ini diberlakukan rekayasa lalu lintas sehingga membuat laju kendaraan menjadi tersendat.
Gelombang arus kendaraan tanpa putus juga terjadi setelah pintu tol hingga wilayah Kabupaten Tegal. Dua lajur kendaraan tol yang masih berupa beton lean concrete itu disesaki oleh kendaraan pemudik.
Kasat Lantas Polres Brebes, AKP Arfan Zulkan Sipayung, mengatakan pihaknya belum dapat memastikan apakah tol fungsional akan dibuka 24 jam atau tidak. “Kita lakukan buka tutup, tapi kemungkinannya akan dibuka 24 jam. Tentatif,” katanya.
Arfan sebelumnya mengatakan, puncak arus mudik di jalur pantura maupun Tol Fungsional Brebes–Batang diperkirakan Jumat (23/6) hingga Sabtu (24/6). Sebab seluruh instansi pemerintah dan juga sekolah sudah libur.
Sementara itu, Kabagpenum Polri, Kombes Pol Martinus Sitompul, mengatakan untuk gerbang Tol Kaligangsa menuju jalan tol darurat akan melakukan diskresi dengan menggratiskan pembayaran tol jika terjadi antrean panjang. “Bila Kaligangsa antrean panjang lebih dari 3 kilometer, akan digratiskan,” katanya.
Martinus memprediksi, dari saat ini hingga menjelang Lebaran akan ada 1,5 juta warga Jakarta yang akan berangkat mudik sehingga polisi bersiap mengantisipasi jika terjadi lonjakan pemudik yang berangkat secara bersamaan.
“Diprediksi masih 1,5 juta orang lagi yang belum mudik dan ini akan bergerak bertahap mulai Kamis malam sampai Sabtu (24/6) pagi akan meninggalkan Jakarta,” kata dia.
Komentar
Posting Komentar